Pengertian Flu Arab

Apa pengertian Flu Arab? Pada tahun 2018, pernah ada video yang menampilkan seseorang sedang meminum air seni unta. Setelah itu, kementerian kesehatan kemudian memberi tanggapan bahwa orang tersebut bisa saja terjangkit Flu Arab. Bagi orang Indonesia yang kesehariannya tidak pernah bersinggungan dengan unta, penyakit Flu Arab ini tidaklah sepopuler flu lainnya seperti flu burung. Walaupun belum familiar dengan namanya, flu ini sebenarnya bukan penyakit yang baru.

Pada tahun 2010 sampai 2013 pernah dilakukan penelitan dan mendapat hasil bahwa unta adalah salah satu media dalam penyebaran penyakit ini. Hal ini berdasarkan kejadian bahwa di Arab pernah ada suatu pemuda yang jatuh sakit dan terjangkit Flu Arab setelah mengolesi obat ke beberapa ekor unta yang pada saat itu sedang sakit. Lalu dalam dunia medis, apa sebenarnya pengertian dari Flu Arab ini?

Pengertian Flu Arab, Gejala dan Cara Agar Tidak Tertular

Biasa disebut penyakit Mers

Flu Arab atau bisa juga disebut Middle East Respiration Syndrome Coronavirus (Mers Cov) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus. Awalnya penyakit ini menular dari unta ke manusia kemudian menyebar dari manusia ke manusia. 

Asal mula Flu Arab

Pada awalnya Flu Arab datang dari unta yang berada di negara-negara Timur Tengah seperti Yaman, Yordania dan Arab. Oleh karena itu, penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit sindrom pernapasan Timur Tengah.

Penularan Flu Arab

Seperti pada pengertian Flu Arab di atas bahwa cara Flu Arab menjangkiti manusia lewat penularan. Walaupun begitu penularannya juga tidak semudah flu biasa. Perlu kontak langsung dengan penderita. Oleh karena itu, bagi yang merawat pasien Flu Arab perlu melakukan prosedur perlindungan diri agar tidak tertular. 

Gejala Flu Arab pada Penderita

Sebelum memunculkan gejalanya, virus akan menginfeksi penderita terlebih dahulu selama 1 sampai 2 minggu barulah Flu Arab ini akan menunjukkan gejalanya. Gejalanya adalah sebagai berikut.

  • Batuk Pilek

Awalnya, penderita mengalami batuk dan pilek, sama seperti batuk pilek pada umumnya.

  • Sakit tenggorokan

Tidak hanya berhenti pada batuk pilek, penderita juga akan mengalami sakit tenggorokan.

  • Demam dan Menggigil

Penderita Flu Arab kemudian mengalami demam yang parah hingga menggigil.

  • Nyeri otot

Demam juga disertai dengan nyeri otot di sebagian anggota tubuh.

  • Sesak napas

Puncak dari gejala Flu Arab ini adalah sesak nafas. Penderita yang sudah mengalami sesak nafas harus segera dibawa ke dokter agar diberi penanganan.

Ada beberapa kasus parah yang disebabkan oleh Flu Arab ini. Penderita bisa batuk berdarah, mual hingga muntah.

Cara agar tidak tertular

Saat ini belum ada vaksin khusus yang bisa mencegah virus Flu Arab menyebar pada manusia. Namun Anda bisa mencegahnya dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.

  • Rutin mencuci tangan

Disarankan untuk mencuci tangan air dan sabun. Terlebih lagi saat Anda hendak makan atau menyentuh makanan. Cuci tangan juga saat hendak mencuci wajah. Jika sedang mendesak, Anda juga dapat menggantinya dengan mengoleskan hand sanitizer.

  • Menutup hidung dan mulut saat bersin

Menutup hidung dan mulut saat bersin dapat mencegah virus yang keluar bersama bersin tersebar dan menjangkiti orang lain. Bila perlu, gunakan masker untuk mencegah penularan.

  • Hindari kontak langsung dengan unta yang sakit dan manusia yang terkena Flu Arab

Pastikan Anda menghindari kontak langsung dengan penderita dan unta yang sakit tanpa menggunakan perlindungan apapun.

Demikian pengertian Flu Arab, gejala dan cara menghindarinya. Semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*