Menjaga Pola Makan Sehat Pada Sikecil

Sejak usia 6 bulan, seorang anak harus mendapatkan asupan gizi tambahan di luar ASI. Pada usia ini, ibu dan ayah dapat menawarkan MPASI (makanan pendamping ASI) sesuai dengan fase perkembangan usia mereka. Memberi makanan pertama kepada anak-anak memiliki dampak besar pada pola makan sehat yang akan terbentuk. Untuk memastikan bahwa ibu dan ayah memperhatikan tumbuh kembang anak  dengan membentuk pola makan sehat untuk anak Anda sejak usia dini, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan seperti beberapa alasan dibawah ini.

  1. Menu Makanan Berbeda
    Banyak anak-anak yang tumbuh sebagai picky eater atau suka milih makanan karena kurangnya makanan yang berbeda yang diberikan kepada bayi. Selain fakta bahwa anak-anak makan berbagai jenis makanan tanpa rewel, variasi dalam menu makanan juga memastikan bahwa anak menikmati makan karena dapat mengurangi rasa kenyang dengan memberikan makanan yang sama dan si kecil juga bisa mendapatkannya. asupan diet lengkap dan seimbang. Biarkan sampel kecil Anda mencoba berbagai rasa dan makanan sejak kecil. Tetapi pastikan makanan yang ia coba jaga tetap sehat dan bersih. Rupanya Anda memperkenalkan berbagai makanan ketika anak Anda memiliki potensi besar untuk menyebabkan reaksi alergi ketika ibu dan ayah memperkenalkan makanan ini ketika mereka kecil (sebelum 8 bulan). Jika ibu dan ayah memiliki riwayat alergi serius terhadap makanan tertentu, hubungi dokter anak Anda tentang cara memasukkan makanan ini untuk mengurangi risiko alergi pada anak Anda.
  2. Gizi yang Seimbang
    Ketika memilih makanan untuk anak-anak, para ibu dan ayah harus menyadari nilai gizinya. Banyak orang tua membatasi konsumsi karbohidrat dan lemak pada anak-anak dan meningkatkan protein dan serat dalam makanan mereka. Meskipun anak-anak di bawah usia lima tahun masih sangat membutuhkan karbohidrat dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan mereka. Untuk membuat diet sehat untuk anak Anda, Anda masih perlu memenuhi kebutuhan nutrisi Anda secara seimbang. Pilih makanan yang mengandung banyak zat besi karena bayi Anda membutuhkan zat besi untuk pertumbuhan dan perkembangan, sedangkan kadar zat besi dalam ASI pada usia 6 bulan tidak cukup untuk kebutuhan bayi.
  3. Jam Makan yang Teratur
    Selain nilai gizi makanan, waktu makan teratur juga diperlukan untuk membentuk pola makan sehat untuk anak-anak. Pastikan ibu dan ayah memberi bayi Anda waktu yang sama setiap hari. Makan besar bisa diberikan tiga kali sehari, misalnya di. 7, 12 dan kl. Dalam batas waktu ini, para ibu dan ayah dapat menawarkan makanan ringan yang sehat untuk anak Anda di sore hari. 10 dan 10 jam Untuk camilan, hindari memberikan makanan olahan tinggi gula untuk anak-anak. Dengan memberi makan pada waktu yang sama setiap hari, anak Anda akan terbiasa menjadi lebih disiplin tentang waktu makan.
  4. Porsi yang Tepat
    Balita memiliki ukuran perut yang jauh lebih kecil daripada orang dewasa. Itu sebabnya porsi makan akan lebih sedikit. Tetapi untuk sebagian kecil, pastikan ibu dan ayah memberi si kecil makanan penuh dan bergizi untuk si kecil Anda. Metode nutrisi responsif membantu orang tua untuk mengenali rasa lapar dan kepenuhan mereka. Jika anak Anda lapar dan masih ingin makan, tambahkan porsinya. Sebaliknya, jika anak Anda menolak makan, hindari paksaan. Cobalah meyakinkan bayi Anda, tetapi jika tidak berhasil, berhentilah makan. Proses makannya tidak lebih dari 30 menit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*